Pusaka Asihan Agung • Pawening Sukma • Pengikat Rasa Samudra
Mustika Roro Kantil Pawening adalah mustika tarikan gaib tingkat tinggi yang mengandung asihan pawening—daya tarik halus yang bekerja melalui kejernihan batin, keteduhan aura, dan ikatan rasa yang tidak memaksa. Mustika ini bukan sekadar pusaka pengasihan, melainkan penyatu rasa dan penjernih sukma, menjadikan pemiliknya disukai, dihargai, dan dirindukan secara alami.
Mustika ini lahir dari jalur energi Laut Selatan, terhubung dengan getaran Nyai Roro Kidul, sang Ratu Samudra yang menguasai keseimbangan rasa, kehormatan batin, dan ikatan yang bertahan lama. Energi tersebut dipadukan dengan kekuatan kembang kantil, bunga pawening yang sejak lama digunakan dalam laku kejawen sebagai simbol kesetiaan batin dan keterikatan rasa yang suci.
Dalam tradisi kebatinan Jawa, kembang kantil dipercaya sebagai bunga pengikat rasa yang tidak terlihat—melekat perlahan namun menetap lama. Ketika energi kantil menyatu dengan daya samudra Nyai Roro Kidul, lahirlah getaran asihan agung yang tenang, dalam, dan berwibawa.
Energi Mustika Roro Kantil Pawening bekerja bukan dengan cara menguasai kehendak orang lain, melainkan:
membersihkan kabut batin,
menenangkan sukma,
dan memancarkan aura yang membuat orang lain merasa nyaman, aman, dan ingin dekat.
Penarikan gaib Mustika Roro Kantil Pawening dilakukan di pesisir selatan Pulau Jawa, pada malam ketika angin laut berhembus pelan dan ombak tidak lagi gaduh—sebuah pertanda bahwa jalur samudra sedang membuka pawening rasa.
Malam itu bukan malam biasa. Langit tampak bersih, bulan redup tertutup selimut tipis awan, dan aroma asin laut bercampur wangi samar bunga kantil yang entah dari mana datangnya. Di waktu inilah, menurut laku kejawen, Nyai Roro Kidul menurunkan getaran halus, bukan untuk menunjukkan kuasa, melainkan untuk menguji kejernihan niat.
Kang Masrukhan memulai laku dengan lelaku pawening—duduk menghadap laut, menenangkan napas, membiarkan rasa menyatu dengan debur ombak. Tidak ada permohonan yang keras, tidak ada pemanggilan yang memaksa. Hanya niat bening dan kesadaran penuh bahwa energi samudra tidak bisa ditaklukkan, hanya bisa diselaraskan.
Beberapa saat setelah tirakat berlangsung, angin laut tiba-tiba berhenti sejenak, seolah waktu ditahan. Ombak yang tadinya datang bergulung perlahan merapat dengan ritme teratur, tidak memecah keras di bibir pantai.
Di momen inilah, getaran halus terasa menurun—bukan dingin, bukan panas—melainkan sejuk yang menenangkan sukma. Kang Masrukhan merasakan pawening mendalam, seakan rasa yang paling jernih di dalam batin sedang disentuh.
Tak lama kemudian, di antara pasir basah yang tersentuh air laut, terlihat kilau lembut berwarna hijau—bukan cahaya menyilaukan, melainkan sinar halus seperti embun yang memantulkan bulan. Di titik itulah, energi kembang kantil diyakini sedang “dititipkan”.
Dalam keheningan tersebut, hadir getaran putri halus—tidak menampakkan wujud kasar, namun terasa melalui rasa. Itulah energi yang dikenal sebagai Roro Kantil Pawening, utusan jalur samudra selatan yang membawa asihan lembut dan pengikat rasa.
Energi ini tidak datang dengan janji kekuasaan atau dominasi, melainkan dengan pesan batin:
“Asihan sejati tidak menundukkan,
ia membuat hati memilih untuk menetap.”
Mustika pun terbentuk bukan sebagai batu mati, melainkan sebagai wadah energi pawening—mengikat kelembutan kembang kantil dengan kedalaman samudra Nyai Roro Kidul.
Proses penyatuan dilakukan secara perlahan. Kang Masrukhan tidak langsung mengambilnya, melainkan menunggu hingga getaran menyatu sempurna. Setelah rasa benar-benar tenang dan alam kembali bergerak normal, barulah mustika diangkat dengan doa batin yang bersih.
Saat itu, wangi kantil terasa semakin jelas, lalu perlahan menghilang, seakan menandai bahwa energi telah berpindah dan mengunci diri di dalam mustika.
Mustika ini berkhodam Roro Kantil Pawening, sosok energi putri halus dari jalur samudra selatan yang berwatak:
lembut namun teguh,
meneduhkan namun berpengaruh,
sabar namun mengikat rasa.
Khodam ini berwujud sosok putri halus berbusana hijau pucat, memancarkan aura sejuk dan keteduhan batin. Kehadirannya ditandai aroma samar kembang kantil yang menenangkan, bekerja melalui rasa tanpa paksaan. Energinya mengikat simpati secara alami, membuat orang lain merasa nyaman dan mudah menerima pemilik mustika.
Membuat pemilik lebih disukai tanpa dibuat-buat
Aura terasa lembut, menenangkan, dan mudah dirindukan
Cocok untuk asmara, rumah tangga, dan relasi sosial
Membantu kehadiran pemilik diterima secara alami
Ucapan lebih didengar dan dipertimbangkan
Melunakkan hati atasan dan rekan kerja
Mengurangi penolakan, gosip, dan salah paham
Menjaga nama baik tanpa konflik terbuka
Menenangkan hati yang gelisah
Membantu pengambilan keputusan dengan tenang
Menghaluskan emosi dan meredam gejolak batin
Membantu melanggengkan posisi kerja melalui penerimaan sosial yang kuat.
Membuka jalan kepercayaan dan tanggung jawab lebih besar.
Cocok untuk lingkungan kerja kompetitif namun menuntut diplomasi.
Jika Anda merasa cocok dengan mustika ini, silakan WA 082223338771/085712999772.
Berbagai benda ghaib yang ada di situs www.Bendaghaib.com ini merupakan sarana usaha batin untuk mencapai tujuan Anda atau sekedar untuk koleksi pribadi Anda. Pada hakekatnya, semua kekuatan adalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Adapun benda ghaib dan saya hanyalah sebagai perantara saja.
Seorang Guru Spiritual yang telah berpengalaman selama lebih dari 12 tahun. Merupakan Pimpinan Asosiasi Parapsikologi Nusantara